Macau, ya. negara kecil yang airportnya pinggir laut. rata-rata penumpang ke sana ras yang pulang kampung, ya saya merasa minoritas. whatever, yang terjadi setelah nyampe ke negara kecil ini. proses imigrasi yang cukup cepat, dan cek bagasi pas keluar, disamperin anjing putih gede yang mengendus-endus ke koper. untung saya ga lari liat itu anjing.
well, menyenangkan bisa ke negara yang ga pake bahasa english, melayu, or even arab. it's a new new things for me. syukur hotel bagus, tempat tidur enak. nah cari makan yang susah. ga menjamin makanan ga ada babinya. akhirnya hari pertama makan di kopitiam malaysia dengan menu "mie mamak goreng" . itu jadi reatoran favorit kita sampe pernah satu malam, kita pulang jam 11an, laper, pengen makan disitu dan ternyata uda tutup tapi pintunya setengah tutup, kita maksa. pokoknya harus makan mie mamak. akhirnya kita jongkok di depan pintu dan salah 1 dari kita mengemis-ngemis ke dalam, minta ke tukang masaknya.
teman 1 : please.. we're really hungry,, just for us please (pegang perut)
mbak pelayan : sorry we're close , come again tomorrow
teman 1 : pleaseee , hungry ..
mbak pelayan : sorry (kembali ke ruang masak)
aku dan teman 2 , stay jongkok di luar dengan tampang memelas dan ternyata ga berhasil . dunia memang kejam.akhirnya makan makanan beku 7eleven jadi pilihan.
di tengah jadwal lomba debat yang padat. kita bisa jg jalan-jalan. tapi emang karena ada faktor lain yang menyebabkan kita punya waktu lebih. lupakan.
next, sernado square. banyak bangunan -bangunan portugis dan pasar-pasar . yang jelas yang paling diingat adalah nikmatnya makan egg tart 7 patacas di depan st. paul ruin.gigitan luarnya renyah terus isinya hangat dan enak.
transportasi umum disana ada taxi yang supirnya ekstrim ngebutnya , bis kota, entah apa istilah portugisnya. trus ada beca juga di sana.
mngenai transportasi banyak seklai hal yang menarik. padahal ada petunjuk yang lumayan jelas tentag gimana balik ke taipa , daerah hotel kita yang seberang macau harus lewat jembatan panjang. dengan pedenya karena kebingungan no bis berapa aku naik satu satu ke bis yang berhenti dan nanya ke supirnya
" mr! Taipa? taipa square?? " dengan logat sok penduduk local yang kebanyakan pake bahasa mandarin. supirnya geleng geleng.
trus aku turun dari bus , datang bus lain naik lagi, dan melontarkan pertanyaan yang sama dan ini akhirnya di jawab supirnya "no, three three" dengan pake dua tanga menunjukan angka 33 yaitu nomor bis yang bener buat ke taipa. terus turun lagi dan akhirnya dapat bis yang bener. karena waktu ke senado square cuma dengan teman 1, dia tidak berkomentar dan ikut saja tanpa berkontribusi.
selanjutnya, keaneh selanjutnya terjadi. selang beberapa lama di bis. saya mendengar suara perempuan yang saya kenal, suara yang biasanya di pake buat ngegombal cowok, contoh gombalan nya: " hey, you're face like an actor! ya , you really like '...' in gossip girl!" atau " ...." ok, saya lupa.
lanjut, dan kemudian saya dan teman 1 berpikir ga mungkin dia ada di sini, mungkin kita hanya berhalusinasi. bimsalbim. tiba-tiba si suspect beneran dia si teman 2 beserta teman 3 , padahal kita sama sekali ga komunikasi lewat telpon atau sms. luar biasa. seakan semesta membantu mempersatukan kami. hah. lupakan saja.
cerita lain tentang transportasi, taxi! taxi sangat sangat susah di suruh berhenti. sombongnya nauzubillah. seriously, padahal tu taxi kosong, karena ga ngerti kita ngomong apa dia langsung aja geleng dan pergi tanpa dosa.
dan pernah pas kita bareng temen lain yang beda hotel naik taxi, rencananya trus mau nganter dia dulu baru nganter kita. full tuh supir ga bisa ngerti omongan kita. dan begonya aku juga ngomong terbalik balik
saya : best view hotel (logat penduduk local)
supir : *&*()^&(%^% ----> bahasa mandarin
teman 2 : best western ci!
saya : grand western! best view! eh best western
supir :(&%(^&$%*$#% (nada bicara meningkat)
saya : O)^(&%^* (mencoba marah bahasa mereka dan menunjukan arah, yang untungnya bener)
supir : (ngebut)
trus nyampe si supir malah marah-marahs sambil tunjukin telponnya.
saya : no problem! no problem! you take here first, and take me there (sambil nunjuk ga jelas)
supir : (geleng geleng) (^$&%$*^&* ---> sangat marah sepertinya
saya : (kebawa emosi) haiyooo!! I pay you here ! I pay you there also!!!
supir (geleng-geleng lagi)
saya : OKAY! I PAY YOU DOUBLE, DOUBLE HAA ( nunjukin angka 2)
supir : (geleng-geleng, bukain pintu mobil)
teman 2 : udahlah ci, turun aja
kita turun di jalan, dan bukan hotel kita pula, dan dengan sangat tidak ada rasa kemanusiaannya, teman 1 dan 2 menertawakan saya. dan mengulang-ngulang adegan tadi secara continue kalo liat muka saya. padahal aku tuh hanya mau menolong mereka juga, menjadi orang yang mencoooba beradaptasi dengan penduduk local.
selanjutnya, ak ga pernah duduk disebelah supir atau pun nyari taxi lagi. ketiban sial terus. nasib saya kali ya.
malam terakhir di macau, kita ke casino, karena penasaran. kita ke mgm. penasaran kayak apa kasino, ga ngerti gambling kita pelotin aja orang main . lama-lama kayaknya petugasnya liatin, dan itu serem. kita keluar lagi. dan foto-foto di luarnya yang ada air mancurnya, maklum di jogja ga ada kayak gini.
itu hanya segelitir cerita tentang 4 wanita cantik berpetualang di asian las vegas ini. perkotaan rame di seputaran kasino dan gedung-gedung lampunya kelap-kelip. nenek-nenek pake tongkat masi juga ada yang gambling. ah begitulah. susah cari kalimat penutup. ya udah saya tutup cerita ini . wasalam.
well, menyenangkan bisa ke negara yang ga pake bahasa english, melayu, or even arab. it's a new new things for me. syukur hotel bagus, tempat tidur enak. nah cari makan yang susah. ga menjamin makanan ga ada babinya. akhirnya hari pertama makan di kopitiam malaysia dengan menu "mie mamak goreng" . itu jadi reatoran favorit kita sampe pernah satu malam, kita pulang jam 11an, laper, pengen makan disitu dan ternyata uda tutup tapi pintunya setengah tutup, kita maksa. pokoknya harus makan mie mamak. akhirnya kita jongkok di depan pintu dan salah 1 dari kita mengemis-ngemis ke dalam, minta ke tukang masaknya.
teman 1 : please.. we're really hungry,, just for us please (pegang perut)
mbak pelayan : sorry we're close , come again tomorrow
teman 1 : pleaseee , hungry ..
mbak pelayan : sorry (kembali ke ruang masak)
aku dan teman 2 , stay jongkok di luar dengan tampang memelas dan ternyata ga berhasil . dunia memang kejam.akhirnya makan makanan beku 7eleven jadi pilihan.
di tengah jadwal lomba debat yang padat. kita bisa jg jalan-jalan. tapi emang karena ada faktor lain yang menyebabkan kita punya waktu lebih. lupakan.
next, sernado square. banyak bangunan -bangunan portugis dan pasar-pasar . yang jelas yang paling diingat adalah nikmatnya makan egg tart 7 patacas di depan st. paul ruin.gigitan luarnya renyah terus isinya hangat dan enak.
transportasi umum disana ada taxi yang supirnya ekstrim ngebutnya , bis kota, entah apa istilah portugisnya. trus ada beca juga di sana.
mngenai transportasi banyak seklai hal yang menarik. padahal ada petunjuk yang lumayan jelas tentag gimana balik ke taipa , daerah hotel kita yang seberang macau harus lewat jembatan panjang. dengan pedenya karena kebingungan no bis berapa aku naik satu satu ke bis yang berhenti dan nanya ke supirnya
" mr! Taipa? taipa square?? " dengan logat sok penduduk local yang kebanyakan pake bahasa mandarin. supirnya geleng geleng.
trus aku turun dari bus , datang bus lain naik lagi, dan melontarkan pertanyaan yang sama dan ini akhirnya di jawab supirnya "no, three three" dengan pake dua tanga menunjukan angka 33 yaitu nomor bis yang bener buat ke taipa. terus turun lagi dan akhirnya dapat bis yang bener. karena waktu ke senado square cuma dengan teman 1, dia tidak berkomentar dan ikut saja tanpa berkontribusi.
selanjutnya, keaneh selanjutnya terjadi. selang beberapa lama di bis. saya mendengar suara perempuan yang saya kenal, suara yang biasanya di pake buat ngegombal cowok, contoh gombalan nya: " hey, you're face like an actor! ya , you really like '...' in gossip girl!" atau " ...." ok, saya lupa.
lanjut, dan kemudian saya dan teman 1 berpikir ga mungkin dia ada di sini, mungkin kita hanya berhalusinasi. bimsalbim. tiba-tiba si suspect beneran dia si teman 2 beserta teman 3 , padahal kita sama sekali ga komunikasi lewat telpon atau sms. luar biasa. seakan semesta membantu mempersatukan kami. hah. lupakan saja.
cerita lain tentang transportasi, taxi! taxi sangat sangat susah di suruh berhenti. sombongnya nauzubillah. seriously, padahal tu taxi kosong, karena ga ngerti kita ngomong apa dia langsung aja geleng dan pergi tanpa dosa.
dan pernah pas kita bareng temen lain yang beda hotel naik taxi, rencananya trus mau nganter dia dulu baru nganter kita. full tuh supir ga bisa ngerti omongan kita. dan begonya aku juga ngomong terbalik balik
saya : best view hotel (logat penduduk local)
supir : *&*()^&(%^% ----> bahasa mandarin
teman 2 : best western ci!
saya : grand western! best view! eh best western
supir :(&%(^&$%*$#% (nada bicara meningkat)
saya : O)^(&%^* (mencoba marah bahasa mereka dan menunjukan arah, yang untungnya bener)
supir : (ngebut)
trus nyampe si supir malah marah-marahs sambil tunjukin telponnya.
saya : no problem! no problem! you take here first, and take me there (sambil nunjuk ga jelas)
supir : (geleng geleng) (^$&%$*^&* ---> sangat marah sepertinya
saya : (kebawa emosi) haiyooo!! I pay you here ! I pay you there also!!!
supir (geleng-geleng lagi)
saya : OKAY! I PAY YOU DOUBLE, DOUBLE HAA ( nunjukin angka 2)
supir : (geleng-geleng, bukain pintu mobil)
teman 2 : udahlah ci, turun aja
kita turun di jalan, dan bukan hotel kita pula, dan dengan sangat tidak ada rasa kemanusiaannya, teman 1 dan 2 menertawakan saya. dan mengulang-ngulang adegan tadi secara continue kalo liat muka saya. padahal aku tuh hanya mau menolong mereka juga, menjadi orang yang mencoooba beradaptasi dengan penduduk local.
selanjutnya, ak ga pernah duduk disebelah supir atau pun nyari taxi lagi. ketiban sial terus. nasib saya kali ya.
malam terakhir di macau, kita ke casino, karena penasaran. kita ke mgm. penasaran kayak apa kasino, ga ngerti gambling kita pelotin aja orang main . lama-lama kayaknya petugasnya liatin, dan itu serem. kita keluar lagi. dan foto-foto di luarnya yang ada air mancurnya, maklum di jogja ga ada kayak gini.
itu hanya segelitir cerita tentang 4 wanita cantik berpetualang di asian las vegas ini. perkotaan rame di seputaran kasino dan gedung-gedung lampunya kelap-kelip. nenek-nenek pake tongkat masi juga ada yang gambling. ah begitulah. susah cari kalimat penutup. ya udah saya tutup cerita ini . wasalam.